BAKSOS PEDULI BENCANA BANTEN, APTA BERGANDENGAN DENGAN SEMPRUL DAN LINTAS PAGUYUBAN

PROGRESUncategorized

Written by:

BENCANA alam gempa bumi yang melanda wilayah Kabupaten Lebak, Banten beberapa waktu lalu ikut menjadi keprihatinan, tidak hanya warga Lebak, tapi juga warga daerah lain di sekitarnya, termasuk Tangerang. Hal ini juga yang mengetuk pintu hati Asosiasi Pengrajin Tangerang (APTA) untuk berbuat. Melalui ajang pentas seni, Minggu 18 Februari 2018, bekerjasama dengan paguyuban Seniman Berkumpul (SEMPRUL), dan didukung lebih dari 20 paguyuban se-Tangerang, APTA melakukan penggalangan dana untuk korban bencana di daerah yang memiliki sejarah tentang Multatuli tersebut.

Dengan semangat yang tinggi, pengrajin yang ergabung di APTA bahu-membahu dengan ratusan warga paguyuban dan SEMPRUL melakukan aksi turun ke jalan; baik dengan membawa kardus maupun menjual produk sepatu dan sandal bikinan pengrajin Tangerang. Dalam menjual produk sepatu dan sandal ini, 100persen hasilnya disumbangkan untuk amal peduli korban bencana Lebak-Banten.

Ketua Panitia Pentas Amal Peduli Bencana Banten 2018, yang merupakan personil paguyuban SEMPRUL, Yanuri mengaku haru dengan kekompakan para pengrajin serta warga paguyuban dari lintas daerah di Tangerang dalam bergotong royong. Ia juga berharap, ini adalah awal yang baik antara SEMPRUL, lintas paguyuban, dan APTA dalam melakukan kerjasama sosial dan kemanusiaan. Dalam kegiatan ini, kata Yanuri menghasilkan uang dari para donasi sebesar Rp50 juta, termasuk dari hasil penjualan produk pengrajin APTA.

Seksi Sosial Budaya dan Kemasyarakatan Asosiasi Pengrajin Tangerang (APTA), Pujadi menambahkan, kegiatan sosial kemanusiaan sendiri merupakan bagian dari program APTA selain mengembangkan ekonomi kerakyatan di wilayah Tangerang. Sebelumnya, APTA juga pernah melakukan kegiatan bakti sosial donor darah, serta bantuan terhadap korban bencana di wilayah Garut Jawa Barat. Ia juga berharap, melalui kerjasama ini, tidak hanya meringankan para korban bencana di Lebak saja, tapi juga sebagai ajang silaturahmi, serta membuka jaringan dengan masyarakat dalam membuka peluang usaha, terutama dalam bidang marketing untuk produk yang dibuat oleh pengrajin yang tergabung di APTA. Terlebih, saat ini pengrajin APTA sudah banyak yang memiliki produk dengan merek sendiri, yang tentu saja membutuhkan media promosi dan peluang marketing yang seluas-luasnya. (*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *