PENGURUS BARU APTA AUDENSI DENGAN BUPATI TANGERANG

PROGRESUncategorized

Written by:

BERTEMPAT di Ruang Lantai 3 Gedung Sekretariat Daerah (Setda) Pemerintah Kabupaten Tangerang, di Tigaraksa, Rabu 14 Februari 2018, pengurus baru Asosiasi Pengrajin Tangerang (APTA) diterima oleh Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar. Dalam kegiatan ini, Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar didampingi oleh 5 perwakilan Satuan Kerja Perangkat daerah (SKPD) seperti Dinas Pendidikan, Dinas Tenaga Kerja, Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda), serta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak. Pertemuan ini adalah pertemuan terakhir ia masuk kerja selama menjabat sebagai Bupati Tangerang.

Kepada bupati, ketua APTA Widi Hatmoko menyampaikan 12 program kerja APTA, yang diantaranya adalah mengenai program promosi untuk produk-produk merek baru yang dibuat oleh pengrajin yang bergabung di asosiasi para pelaku UKM di bidang peralas kakian tersebut. Hal ini disampikan karena mengingat saat ini sudah banyak pengrajin APTA yang memproduksi merek sendiri tetapi tidak memiliki ruang untuk mengenalkan produknya. Sehingga banyak pengrajin yang putus asa, karena produknya kalah tanding dengan produk merek terkenal yang notabenenya justru produk abal-abal alias KW.

Untuk itu Widi berharap, jika Pemkab Tangerang bisa memfasilitasi pengrajin dalam mengenalkan produknya, baik melalui iklan-iklan di papan reklame, atau program Pemkab Tangerang lainnya, bisa memberikan motivasi dan membangkitkan gairah pengrajin alas sepatu untuk berlomba-lomba membuat produk dengan merek sendiri. Saat ini, kata Widi, sudah lebih dari 25 pengrajin yang berlomba-lomba mengajukan merek ke HAKI, dengan harapan bisa berkarya secara mandiri dengan merek sendiri.

Selain itu, Widi juga menyampaikan bahwa APTA ingin bekerjasama dalam bidang sosial dan pendidikan dengan Pemkab Tangerang. Hal ini dinilai penting karena masih adanya anak-anak putus sekolah yang beraktivitas di bengkel-bengkel milik pengrajin. Menurut Widi, anak-anak putus sekolah yang beraktivitas di bengkel milik pengrajin ini diantaranya disebabkan oleh faktor ekonomi. Untuk itu, Widi berharap agar Pemkab Tangerang bisa memfasilitasi mereka untuk mendapatkan hak yang sama dalam mendapatkan pendidikan, yang paling tidak bisa mengikuti program Paket C, dan bisa mendapatkan ijazah setara dengan SLTA. Agar di kemudian hari mereka bisa bekerja sesuai dengan apa yang menjadi kebutuhan pasar kerja di wilayah Kabupaten Tangerang.

Menanggapi soal program sosial dan pendidikan ini, bupati juga mengapresiasi program tersebut, dan pihaknya menyarankan agar APTA berkoordinasi dengan dinas pendidikan. Soal promosi pun, bupati menanggapi positif, dan siap membantu pengrajin-pengrajin yang bergabung di APTA melalui stakehoulder terkait. Soal kantor sekretariat pun, bupati juga menyarankan agar APTA bisa menempati bagian dari ruangan di GRAI UKM milik Pemkab Tangerang yang berlokasi di Jalan Raya Serang, Bojong, Cikupa, Kabupaten Tangerang. Namun demikian, hal ini masih menunggu tempat tersebut dikelola oleh badang pengelola, apakah BUMD atau badan pengelola lainnya. Karena, saat ini pengelolan tempat tersebut masih dilakukan oleh Dinas Koperasi dan UKM.

Bupati juga menyarankan, agar APTA bisa bersinergi dengan kelompok UKM lainnya serta SKPD terkait untuk menggelar sarahsehan. Hal ini bertujuan, selain untuk menyampikan aspirasi dan keinginannya, juga untuk menyatukan visi dan misinya dalam ikut serta membangun perekonomian masyarakat di wilayah Kabupaten Tangerang. (*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *